Tampilkan postingan dengan label fashion wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fashion wanita. Tampilkan semua postingan

Fashion Lesson

Merasa helpless saat memilih outfit di pagi hari? Ini seharusnya tak perlu jadi masalah Anda. Kuncinya, reinvention and reinvention!

Kerap berdiri di depan lemari dan merasa tak memiliki satu pun busana yang pantas untuk dikenakan? We feel you, darling! Beginilah skenario yang terjadi tiap Anda akan pergi keluar rumah: setelah beberapa kali mencoba kombinasi busana, akhirnya Anda pun menyerah. Dan mengenakan celana panjang hitam favorit serta kemeja buttondown untuk bekerja. Hal yang sama juga sering terjadi sebelum Anda melangkahkan kaki untuk bertemu dengan sahabat di lounge, atau saat dinner date dengan si dia. Anda akan tetap memilih little black dress (LBD) yang sudah Anda pakai ribuan kali. Jika Anda mengalami hal seperti ini berulang kali, sepertinya sudah saatnya untuk “menyegarkan” kembali isi lemari dan membuatnya terlihat baru!

10 Fakta Unik Seputar Bisnis Fashion


 Image Credit: nydailynews.com


Sejarah industri fashion dunia ternyata menyimpan banyak rahasia yang mungkin belum Anda ketahui. Ingin tahu apa sajakah itu? Yuk kita simak bersama.

Fakta 1: Kok ada kancing di lengan baju

Semua orang pasti tahu tentang deretan kancing yang melekat di lengan jaket atau kemeja, namun tahukah Anda bahwa Napoleon Bonaparte merupakan orang pertama yang mengusulkan ide tersebut? Dia meminta para penjahit membubuhkan beberapa kancing pada lengan baju agar para tentara tak dapat membersihkan hidung dengan lengan pakaian mereka.

Fakta 2: Emansipasi busana anak

Faktanya, Wanita Telah Mencoba 21,000 Pakaian Seumur Hidup!!!

Jangan heran jika pasangan sering menolak jika diajak berbelanja pakaian oleh Anda. Wanita memang suka sekali mencoba ragam model pakaian untuk mendapatkan yang terbaik. Bahkan menurut poling yang dilakukan oleh Lambrini, sebuah perusahaan minuman di Inggris, wanita mencoba lebih dari 21.000 pakaian selama hidupnya.
Image Credit: grosir-tanah-abang.com

Rata-rata, wanita pergi berbelanja empat kali dalam satu bulan, kemudian pergi ke kamar ganti untuk mencoba berbagai pakaian. Secara total, wanita mencoba 40 busana yang berbeda tiap bulan.

Tips Menjual Fashion Wanita

Di antara rekan-rekan pasti ada yang bingung kalau ketemu kata jualan… Mungkin sebagian bahkan takut atau anti terhadap kata tersebut. Yang terbayang dikepala adalah suatu proses meyakinkan kepada orang lain agar mau membeli barang dan jasa kita.
Image credit: louthcraftmark.com

Tapi ada juga rekan-rekan yang sangat menikmati proses penjualan, bahkan selalu tertantang untuk melebihi target yang diberikan. Memang penjualan adalah ujung tombak atau striker dari bisnis. Tanpa penjualan, produk bagus, manajemen bagus maupun SDM bagus yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan sia-sia saja. Penjualan lah yang memutar roda dan membiayai operasional perusahaan.

Sekarang kita berpikir bagaimana menjual suatu produk fashion dengan target kaum wanita. Anda tidak perlu punya toko untuk dapat melakukan penjualan. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk itu :

1. Jual kepada lingkungan sekitar, misalnya kepada saudara, tetangga ataupun teman.
2. Jual di acara arisan ataupun pengajian yang dihadiri oleh kaum wanita
3. Pada saat tanggal gajian, datang dan jual di lingkungan kantor, sekolah ataupun rumah sakit.
4. Jual di acara bazaar ataupun pameran yang rame pengunjugnya
5. Tentunya jika Anda memiliki toko, tinggal jualan di toko Anda sendiri.

Saya yakin ada beberapa cara lain yang Anda sudah memiliki pengalaman untuk melakukannya. Jadi jangan khwatir dengan penjualan, karena banyak sekali cara dan tempat yang sesuai untuk menjual produk dengan target pasar wanita. Apabila cocok dengan produknya, mereka cenderung akan menjadi pelanggan setia Anda, sehingga pada bulan-bulan berikutnya Anda sudah memiliki pasar yang tetap. So, tunggu apa lagi segera mulai bisnis Anda dan lihat hasilnya dalam waktu singkat



Sumber: yoserizal.com

Mengartikan Dress Code Pesta

Jika Anda sering diundang pesta, Anda akan lihat beberapa undangan mensyaratkan dress code untuk datang ke pesta tersebut. Memang untuk sebagian orang, dress code tidak terlalu diikuti, namun ada kalanya Anda harus mengikuti ‘perarturan’ pesta tersebut agar Anda tidak saltum bukan!

Sebelum Anda berangkat ke pesta, sebaiknya Anda tahu beberapa istilah dress kode umum yang biasanya dipakai dalam pesta.

White Tie
Jika Anda pikir Black Tie party sudah sangat formal, maka berarti Anda belum tahu White Tie party. Jika Anda mendapat undangan pesta ini, maka Anda harus berpenampilan glamor, anggun dan sangat formal.

Busana: Gaun malam panjang, gaun selutut, atau two pieces namun tetap terlihat glamor dan anggun. (Satin, silk atau velvet). Asesoris: white long gloves, tas tangan, sepatu high heels, kuku french manicure. Make up: Make up malam dengan nuansa glamor. Cont: Lipstik merah. Rambut: tatanan rambut seperti french twist atau rambut ‘digelung’ ke atas.

Black Tie
Pesta Black Tie, lebih ditujukan kepada kaum pria, yaitu mereka harus memakai tuxedo atau setelan jas. Sedangkan perempuan biasanya hanya mengikuti.
Busana: Gaun malam, boleh selutut atau two pieces namun tetap terlihat glamor dan anggun. Make up & hair do: make up malam dengan nuansa glamor. Contoh: Lipstik merah. Tatanan rambut seperti french twist atau rambut ‘digelung’ ke atas. Asesoris: tas tangan, sepatu high heels, kuku french manicure.

Creative Black Tie
Seperti pesta Black Tie hanya saja Anda bisa lebih trendi meskipun tetap formal.
Busana: cashmere-sweater dengan rok satin model ball-gawn atau gaun malam pada umumnya. Make up & Hair do: Anda bisa mengaplikasikan make up dan tatanan rambut modern. Cont: rambut lurus dengan make up yang diberatkan pada mata (smokey eyes).

Cocktail Attire
Untuk pesta ini, biasanya Anda diminta lebih fun dan santai meski tidak seformal White Tie atau Black Tie, Anda tetap bisa terlihat anggun dan menarik.
Busana: Gaun selutut dengan sedikit detail seperti: lace atau cutouts. Atau celana bahan dengan atasan feminin. Asesoris: kitten-heel shoes, strappy sandals. Make up & hair do: untuk make up lebih banyak nuansa shimmer dan glitter pada riasan mata dan bibir. Untuk rambut, lebih santai seperti high ponytail atau dibiarkan lurus saja. 

Dressy Casual/ Elegant Casual
Untuk pesta ini, Anda berarti bisa berbusana informal dan santai namun tetap chic. Apa saja bisa Anda kenakan kecuali t-shirt dan denim.
Busana: celana bahan dengan atasan sweater dalam warna-warna ceria seperti: fuschia. Anda bisa juga mengenakan rok selutut dengan atasan (satin, sutra atau cashmere). Asesoris: cukup kalung atau gelang saja. Make up & Hair do: Tidak terlalu berat, seperti jika Anda ingin pergi bekerja.



Sumber: connectique.com

Ramping dengan 6 Trik Busana

Jangan biarkan ekstra lemak yang muncul di beberapa area tubuh, membuat penampilan Anda tampak membosankan akibat pemilihan busana yang salah. Dengan strategi sederhana berikut ini, Anda akan belajar bagaimana menonjolkan aset terbaik sekaligus meng-kamuflase bagian tubuh yang Anda anggap bermasalah, sehingga Anda bisa tampil ideal dan lebih ramping! 

  1. Busana setelan
    Sebuah setelan busana dapat membuat penampilan Anda terlihat lebih ramping. Namun ini hanya berlaku jika busana dipadukan dengan jaket dan celana panjang model pipa lurus. 
     
  2. Busana berbahan longgar dan licinSamarkan bagian tengah tubuh Anda dengan atasan ponco atau tunik. Busana ini bisa memberikan ilusi pinggul yang ramping.
  1. Tas besarPastikan tas yang Anda gunakan cukup besar. Jangan pilih tas berukuran kecil karena justru akan membuat penampilan Anda terlihat semakin besar!

  2. Dynamic Duo
    Saat menghadiri suatu pesta atau jamuan resmi, hindari mengenakan gaun terusan. Sebaliknya, pilih busana yang terdiri dari dua potong, atasan dan bawahan. Anda akan tampil lebih baik dan ramping dengan busana dan rok yang terpisah. 
     
  3. Tonjolkan Aset AndaRok sebatas lutut, atau rok berpotongan A-line yang terbuat dari bahan terstruktur seperti suede, akan mengecilkan bentuk paha sekaligus memperlihatkan keindahan betis Anda. 
     
  4. Alihkan perhatian dengan detail
    Detail tertentu pada busana dapat menjauhkan perhatian orang dari bagian tubuh Anda yang bermasalah. Sebuah bentuk garis leher yang menarik, seperti pada potongan kemeja dengan design ruffled di sepanjang tepi kancing depan busana, dapat mengalihkan pandangan mata jauh dari bagian pinggul dan perut. 



    Sumber: connectique.com

Model Anting VS Bentuk Wajah

Bentuk wajah sudah pasti Anda jadikan 'pedoman' dalam memilih kacamata atau model rambut. Tambahkan satu lagi dalam daftar Anda. Aksesori seperti anting juga perlu Anda sesuaikan dengan bentuk wajah, agar penampilan menjadi lebih maksimal dan...proporsional!

Bentuk Wajah Bulat
Wajah bulat cocok dengan anting yang panjang, untuk menyeimbangkan bentuk bulat  wajah Anda. Anda dapat memilih anting panjang dengan bentuk seperti oval atau persegi panjang.
Hindari anting bulat (loops earring) yang sedang tren  karena model ini hanya akan menambah kesan bulat wajah Anda. 



Bentuk Wajah Oval

Wajah oval dapat mengenakan model anting apapun juga karena ini adalah bentuk wajah ideal. Anda bisa mengoleksi anting-anting berbentuk spiral, bulat, giwang kancing atau bentuk-bentuk kotak yang memiliki sudut.
Hanya saja, agar wajah tidak terkesan terlalu panjang, hindari pemilihan anting yang terlalu panjang. 




Bentuk Wajah Hati

Ciri-ciri bentuk wajah ini adalah lebar pada bagian dahi, tulang pipi tinggi dan dagu yang lancip. Pendek kata, bentuk wajah ini meruncing ke bawah.
Pilihlah anting yang kontras dengan bentuk wajah Anda, seperti anting dengan bentuk seperti chandelier, tear drop atau segitiga yang meruncing ke atas. Anting ini akan membuat dagu Anda terkesan lebih lebar dan mempersempit dahi Anda. Anda juga bisa memakai anting berbentuk bulat atau oval asal  tidak mengecil ke bawah. Anting yang meruncing ke bawah adalah big No untuk Anda



Bentuk Wajah Kotak / Persegi

Jika wajah Anda ditegaskan bergaris rahang keras, dahi yang sama lebar dengan pipi Anda maka bentuk wajah Anda terbilang kotak, atau persegi jika wajah Anda agak lebih panjang. Perlembut wajah dengan asesoris yang tidak memiliki sudut-sudut tegas. Anda bisa memilih anting dengan bentuk apa saja seperti anting gantung atau giwang asalkan tidak membentuk sudut. 

Contoh: Anting berbentuk lingkarangan besar atau lonjong, anting gantung, model long tear drops atau anting bertumpuk yang akan memberikan kesan lonjong pada wajah kotak. 

Namun jika wajah Anda persegi, hindari anting yang terlalu panjang, pilih anting yang berbentuk lingkaran, atau lonjong yang tidak terlalu panjang agar wajah Anda tidak terkesan terlalu panjang.Hindari anting berbentuk kotak, persegi atau bentuk-bentuk bersudut yang justru semakin mempertegas garis wajah Anda.



Sumber: connectique

Tips Memilih Sepatu Untuk Olahraga Lari (Jogging)

Bagi Anda yang memilih lari sebagai olahraga untuk membakar kalori, ada satu hal yang penting dipersiapkan selain pemanasan dan stamina, yaitu sepatu. Karena olahraga ini mengandalkan pergerakan kaki, Anda harus memilih sepatu yang nyaman dan aman.


Sepatu lari yang baik tidak harus mahal, tapi bisa memberi kenyamanan pada kaki dan tidak menimbulkan rasa sakit saat, maupun setelah berlari. Dilansir dari Livestrong, berikut ini tips memilih sepatu lari yang baik:

1. Medan Berlari
Sepatu lari harus sesuai dengan medan di mana Anda berlari dan tipe kaki. Sepatu lari yang baik memiliki pola yang lebar di alas dasarnya. Hal ini untuk mencegah selip atau terpeleset saat melewati medan sulit. Sementara sepatu untuk balap lari didesain lebih ringan dari sepatu lari pada umumnya. Sepatu balap biasanya juga dilengkapi shock absorption yang meminimalisir terjadinya tekanan berlebihan pada kaki. Sepatu lari yang baik juga menyisakan ruang jarak kosong sekitar satu inci antara ibu jari dan ujung sepatu.

2. Waktu Tepat Membeli Sepatu
Sore atau malam hari menjadi waktu yang tepat untuk memilih sepatu lari. Karena pada waktu-waktu tersebut, ukuran kaki menjadi lebih besar. Setelah seharian digunakan untuk beraktifitas, kaki terkadang menjadi sedikit bengkak. Hal ini untuk mengantisipasi agar kaki tidak terasa sakit saat ukurannya membesar saat berlari. Kenakan kaus kaki tebal saat mencoba sepatu dan coba kenyamanan nya dengan berkeliling atau berjalan-jalan sebentar di sekitar toko.

3. Tali Sepatu
Tali sepatu harus diikat dengan simpul kuat yang tidak mudah terlepas. Tapi usahakan ikatannya tidak terlalu kencang atau ketat hingga membuat kaki terasa sempit. Hal ini bisa mengacaukan keseimbangan dan stabilitas kaki maupun tubuh.

4. Saat Mengganti Sepatu
Jika sepatu rutin digunakan setiap hari, sebaiknya ganti setelah pemakaian 400 mil, atau sekitar lima bulan sekali. Jika sol sepatu sudah menipis, pecah di bagian tengah sol dan ujung atau belakang sepatu sudah robek itu tandanya sepatu Anda sudah harus diganti. Sepatu lari yang rusak tidak bisa menopang tubuh dan kaki dengan sempurna lagi.


Sumber: id.shvoong.com dan wolipop.com