Tampilkan postingan dengan label merawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merawat. Tampilkan semua postingan

Tips Merawat Lingerie

LINGERIE sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tubuh wanita. Lingerie merupakan barang yang sangat pribadi bagi kita kaum wanita. Mungkin kalo sepatu atau sandal kita dipinjem ama temen ato sodara kita mungkin ndak begitu masalah. 


Tapi kalo ada temen ato sodara kita yang mau pinjem lingerie kita? wow pasti kita dengan tegas MENOLAK.

Begitu pentingnya lingerie, sehingga barang itu harus senantiasa terawat. 
Merawat lingerie dengan benar akan membuat lingerie kesayangan anda menjadi lebih indah dan awet.
  1. Cucilah terlebih dahulu lingerie yang baru anda beli sebelum digunakan.
  2. Lingerie akan lebih awet jika dicuci dengan tangan secara lembut atau dengan dry clean.
  3. Jika anda ingin mencuci sendiri, gunakan air dingin dan mild detergent (sabun pencuci yang lembut) untuk hasil yang terbaik. Rendam lingerie 5-10 menit. Kemudian bilas hingga bersih. Anda dapat menambahkan pewangi yang lembut untuk memberikan keharuman pada lingerie anda.
  4. Jika anda tidak mempunyai banyak waktu, anda dapat menggunakan mesin cuci namun gunakan mesin cuci yang memiliki putaran yang lembut yang dapat digunakan untuk mencuci pakaian dalam.
  5. Untuk mengeringkan lingerie yang telah dicuci, gantunglah lingerie dengan hanger dan jangan terkena panas matahari secara langsung.

Tips Merawat Pakaian Berdasarkan Bahan


Membeli banyak pakaian bagus sangatlah dapat dibenarkan. Namun, kecuali anda benar-benar merawatnya, pakaian tersebut tidak akan awet. Menggantungnya begitu anda melepasnya, mencucinya dengan suhu yang tepat, serta langsung menghilangkan noda begitu terkena akan memastikan pakaian anda “tetap sehat” dan berumur panjang. Yang lebih penting, kebiasaan ini menghemat banyak waktu saat anda bersiap-siap di pagi hari.
Berikut tips untuk merawat pakaian berdasarkan bahan dari pakaian tersebut.
1. Bahan Katun
Serat bahan alami yang paling banyak dijumpai adalah katun. Bahan ini sejuk dan nyaman serta dapat dikenakan baik pada musim panas maupun musim dingin. Namun katun dapat menyusut pada suhu tinggi, jadi pastikan anda mencucinya pada suhu maksimun 50 derajat celcius. Sisi positifnya, katun mudah disetrika, khususnya ketika lembap. Sisi negatifnya, katun sangat perlu disetrika. Poliester dan campuran katun cenderung sedikit lebih anti kusut, karenanya tidak terlalu memakan waktu untuk disetrika, sehingga menjadi alternatif yang lebih baik.

2. Bahan Linen
Sebagai salah satu serat alami yang paling tahan lama, linen memiliki kekuatan tiga kali lipat daripada katun. Bahan ini sangat populer untuk digunakan bersama celana panjang dan kaus, karena memungkinkan kulit untuk bernapas dan membuat anda tetap merasa sejuk. Kekurangannya, linen mudah kusut bahkan ketika baru saja disetrika. Selalu ikuti instruksi perawatan di petunjuk karena sebagian pakaian berbahan linen harus dicuci dengan tangan. Sementara sebagian lainnya dapat dicuci dengan mesin menggunakan suhu sejuk atau biasa.

3. Bahan Wool
Sejenis serat yang sangat serbaguna, wool dapat terasa hangat maupun dingin tergantung pada jenisnya. Kasmir merupakan salah satu jenis wool termahal adalah salah satu serat paling peka dan paling tipis yang dapat dikenakan di segala cuaca. Kasmir dan tenunan halus lainnya yang serupa harus selalu dicuci dengan tangan atau di dry clean. Sebagian bahan wool lainnya kini dapat dicuci dengan mesin menggunakan tenaga pelan. Namun, periksalah selalu petunjuknya dan jangan pernah mencucinya dengan suhu tinggi karena semua jenis wool pasti menyusut. Ketika mengeringkan wool, jangan pernah menggunakan mesin pengering. Sebaliknya, biarkan pakaian anda mengering secara alami. Karena pakaian berbahan wool dapat berubah bentuk jika digantung saat dijemur, gulung di dalam handuk untuk menyerap kelebihan air kemudian keluarkan dan bentangkan sampai kering dan jauhkan dari panas langsung.

4. Bahan Sutera
Sutera adalah bahan termewah, namun bahan ini mungkin harus dibersihkan secara khusus jadi selalu periksa petunjuknya sebelum mencuci. Beberapa jenis sutra dapat dicuci dengan tangan menggunakan deterjen lembut, namun sebagian lainnya harus di dry clean. Jika anda mencuci sutera dengan tangan, pastikan untuk menambahkan beberapa tetes pelembut bahan agar tidak kaku. Sutera mengering dengan sangat cepat dan tidak pernah boleh dikeringkan dengan mesin atau ditempatkan di dekat sumber panas. Gunakan setrika uap secara hati-hati dengan panas rendah dan tempatkan secarik kain di atasnya untuk melindunginya.

5. Bahan Sintetis
Sejumlah bahan sintetis dapat dicuci dengan suhu lebih tinggi, namun anda harus selalu memeriksa petunjuknya terlebih dahulu. Akrilik dan nilon dapat meleleh pada suhu sedang maupun tinggi dan serat sintetis lainnya dapat rusak dengan cepat.


Sumber: bajufashionable.com

Tips Merawat Baju Batik dari Katun dan Sutera


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat batik agar warna dan corak batik tetap terjaga, diantaranya adalah sebagai berikut :

Batik dengan bahan Sutera
Cara pencucian baju batik modern berbahan sutera jangan menggunakan mesin cuci, sebaiknya mencucinya dengan menggunakan tangan. Kalaupun ingin di Laundry sebaiknya menggunkan dry cleaning. Bila pencucian batik dengan menggunakan tangan sebaiknya jangan terlalu keras atau banyak dikucek. Penggunaan deterjen yang terlalu banyak akan merusak warna batik, jadi sebaiknya menggunakan deterjen khusus untuk bahan sutra atau untuk hasil lebih maksimal dapat meggunakan Lerak ( pencuci batik ). Pada saat menjemur batik sebaiknya hindari sorotan sinar matahari langsung. Jemur ditempat yang sejuk atau teduk.

Batik dengan bahan Katun
Cara pencucian batik berbahan katun cukup dicelupkan atau direndam saja, jangan terlalu banyak dikucek.Untuk hasil maksimal, waktu pencucian jangan terlalu banyak deterjen atau sebaiknya menggunakan sabun khusus batik ( Lerak ). Pada saat menjemur batik sebaiknya hindari sorotan sinar matahari langsung, Jemur ditempat yang sejuk atau teduh.

Gambaran Umum
Penyimpanan batik Lama atau Tua biasanya kain panjang ( jarik ) kuno cara pelipatan juga harus diperhatikan, jangan terlalu lama dilipat disimpan dalam lipatan yang sama. Jika disimpan dalam almari jangan terlalu lama, sebaiknya dalam jangka waktu tertentu ( 1 bulan sekali ) diangin-anginkan. Pencucian batik sebaiknya menggunakan sabun pencuci batik tradisional yaitu Lerak, bisa juga menggunakan Lerak yang masih dalam bentuk cair atau yang masih dalam bentuk buah bijian dan sebaiknya menggunakan air suam-suam kuku. Pada saat penjemuran batik sebaiknya diangin-anginkan saja ditempat yang sejuk dan teduk, dan jangan sampai terkena sinar matahari langsung.


Sumber - merakmanis.com

Tips Perawatan Dasar Sebelum Mencuci Pakaian


Anda pasti tak rela melihat pakaian kesayangan Anda rusak hanya karena kelalaian mencuci. Meski sudah berkali-kali mencuci pakaian, kita masih saja bisa salah. Berikut adalah beberapa langkah dasar mengenai pencucian pakaian.

Langkah-langkah dasar untuk merawat pakaian sebelum mencuci
1. Selalu cek kembali. Setiap kali Anda usai mengenakan pakaian dan hendak mencuci, selalu cek sebelum dimasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. Anda tak pernah tahu apa dan kapan yang bisa menodai pakaian kesayangan Anda. Lupa menginspeksi dan merawat pakaian bisa meninggalkan noda cukup lama. Siapkan botol kecil berisi detergen bubuk atau cair untuk sesegera mungkin mencuci noda yang sempat singgah di salah satu sisi pakaian Anda. Sekalian pada saat inspeksi ini, selalu periksa kantong pakaian Anda, siapa tahu ada barang-barang berharga, tisu, atau bahkan benda tajam yang bisa merusak pakaian lainnya.

2. Jangan lupa untuk memerhatikan cara penggunaan deterjen pada kemasan. Menggunakan banyak deterjen tak akan menjamin pakaian Anda lebih bersih. Malah, terlalu banyak deterjen pada bak cucian atau mesin cuci bisa mengundang lebih banyak kotoran ketika pakaiain sudah kering, karena deterjen yang terlalu banyak bisa tersisa dan menempel pada pakaian, dan sifatnya lengket.

3. Pisahkan dengan benar agar tidak terjadi kesalahan.
Pisahkan cucian yang berwarna putih, warna gelap, dan berwarna lainnya. Jangan lupa untuk mencuci pakaian dalam keadaan bagian dalam berada di luar, gunanya untuk mempertahankan warna pakaian agar warnanya tidak cepat hilang. Pisahkan pula pakaian yang perlu perawatan khusus, seperti pakaian dalam agar tidak tersangkut dan rusak. Selalu pastikan mesin cuci berada dalam keadaan cukup penuh saat mencuci dan jangan berlebihan.

4. Bedakan derajatnya. Derajat panas air bisa memberikan dampak berbeda pada pakaian. Perhatikan selalu label pada pakaian. Saat label bertuliskan untuk mencuci pakaian dalam keadaan panas, berarti cukup gunakan air panas untuk merendam pakaian bersama deterjen, air bilasnya bisa gunakan air biasa.

Air panas baik digunakan untuk mencuci kotoran berat (noda, keringat), pakaian olahraga microfiber, pakaian putih, dan seprai. Tapi bisa mengurangi keterangan warna, membuat pakaian menyusut, dan bahkan bisa membuat noda-noda tertentu justru sulit hilang. Hindari pencucian dengan air panas jika Anda tak sedang berusaha menghilangkan noda atau sedang ingin mensterilkan pakaian.

Air hangat baik untuk bahan dari nylon, spandex, polyester, preshrunk white cotton, dan rayon. Air hangat membantu mengaktifkan zat yang ada dalam deterjen dan zat pembersih pakaian. Namun, warna pakaian katun yang diwarnai bisa rusak, dan rayon bisa berubah bentuk.

Air biasa baik untuk bahan acetate, acrylic, katun, denim, jersey, linen, sutera, wol, pakaian halus, rayon, juga pakaian yang warnanya pekat. Air biasa jarang bisa membuat pakaian mengerut atau merusak ukuran atau bentuk pakaian. Namun, air hangat baik untuk membunuh bakteri dan mengangkat kotoran. Jika Anda ingin mencuci pakaian yang bernoda dengan air biasa, konsentrasikan mencuci bagian yang bernoda tersebut terlebih dulu, baru rendam seperti biasa.

5. Keringkan dengan benar. Sebagian besar mesin cuci sudah diperlengkapi dengan mesin pengering. Untuk diketahui, semakin pendek waktu putarannya, semakin baik untuk kondisi pakaian. Suhu yang terlalu panas bisa menyusutkan pakaian dan mengabrasi bahan. Keringkan pakaian yang kira-kira beratnya setara, misal, handuk dengan handuk secara bersamaan agar panasnya bisa tersirkulasi dengan rata. Gunakan waktu putaran yang lama dan jangan memaksa berhenti mesin pengering.


source: kompas