Tampilkan postingan dengan label wool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wool. Tampilkan semua postingan

Wool nan Lembut

Semula, wool dikenal semata-mata sebagai bahan pakaian untuk menangkal cuaca dingin. Wool memang memberi kehangatan pada pemakainya. Mengapa hangat? Sel luar dari benang wool menangkis air sementara sel-sel di dalamnya menyerap air. Wool juga lambat menjadi lembab dan mengering secara pelan-pelan, tidak seperti katun dan sutra yang mengering secara cepat.

 Source: Coleshillcollection.com

Cocokkah wool dipakai di negeri tropis seperti Indonesia? TIdak perlu merasa cemas, ternyata, dalam cuaca panas, wool terasa sejuk. Berkat struktur benangnya yang rumit, wool bisa 'bernapas' dan memerangkap udara panas yang ada di luar tubuh. Hal ini membuatnya terasa lebih sejuk. Wool disebut sebagai stabilisator dalam mengurangi kelembaban dan pengembunan dan ini telah mendapat konfirmasi dalam suatu riset yag dilakukan oleh organisasi wool internasional.

Tips Merawat Pakaian Berdasarkan Bahan


Membeli banyak pakaian bagus sangatlah dapat dibenarkan. Namun, kecuali anda benar-benar merawatnya, pakaian tersebut tidak akan awet. Menggantungnya begitu anda melepasnya, mencucinya dengan suhu yang tepat, serta langsung menghilangkan noda begitu terkena akan memastikan pakaian anda “tetap sehat” dan berumur panjang. Yang lebih penting, kebiasaan ini menghemat banyak waktu saat anda bersiap-siap di pagi hari.
Berikut tips untuk merawat pakaian berdasarkan bahan dari pakaian tersebut.
1. Bahan Katun
Serat bahan alami yang paling banyak dijumpai adalah katun. Bahan ini sejuk dan nyaman serta dapat dikenakan baik pada musim panas maupun musim dingin. Namun katun dapat menyusut pada suhu tinggi, jadi pastikan anda mencucinya pada suhu maksimun 50 derajat celcius. Sisi positifnya, katun mudah disetrika, khususnya ketika lembap. Sisi negatifnya, katun sangat perlu disetrika. Poliester dan campuran katun cenderung sedikit lebih anti kusut, karenanya tidak terlalu memakan waktu untuk disetrika, sehingga menjadi alternatif yang lebih baik.

2. Bahan Linen
Sebagai salah satu serat alami yang paling tahan lama, linen memiliki kekuatan tiga kali lipat daripada katun. Bahan ini sangat populer untuk digunakan bersama celana panjang dan kaus, karena memungkinkan kulit untuk bernapas dan membuat anda tetap merasa sejuk. Kekurangannya, linen mudah kusut bahkan ketika baru saja disetrika. Selalu ikuti instruksi perawatan di petunjuk karena sebagian pakaian berbahan linen harus dicuci dengan tangan. Sementara sebagian lainnya dapat dicuci dengan mesin menggunakan suhu sejuk atau biasa.

3. Bahan Wool
Sejenis serat yang sangat serbaguna, wool dapat terasa hangat maupun dingin tergantung pada jenisnya. Kasmir merupakan salah satu jenis wool termahal adalah salah satu serat paling peka dan paling tipis yang dapat dikenakan di segala cuaca. Kasmir dan tenunan halus lainnya yang serupa harus selalu dicuci dengan tangan atau di dry clean. Sebagian bahan wool lainnya kini dapat dicuci dengan mesin menggunakan tenaga pelan. Namun, periksalah selalu petunjuknya dan jangan pernah mencucinya dengan suhu tinggi karena semua jenis wool pasti menyusut. Ketika mengeringkan wool, jangan pernah menggunakan mesin pengering. Sebaliknya, biarkan pakaian anda mengering secara alami. Karena pakaian berbahan wool dapat berubah bentuk jika digantung saat dijemur, gulung di dalam handuk untuk menyerap kelebihan air kemudian keluarkan dan bentangkan sampai kering dan jauhkan dari panas langsung.

4. Bahan Sutera
Sutera adalah bahan termewah, namun bahan ini mungkin harus dibersihkan secara khusus jadi selalu periksa petunjuknya sebelum mencuci. Beberapa jenis sutra dapat dicuci dengan tangan menggunakan deterjen lembut, namun sebagian lainnya harus di dry clean. Jika anda mencuci sutera dengan tangan, pastikan untuk menambahkan beberapa tetes pelembut bahan agar tidak kaku. Sutera mengering dengan sangat cepat dan tidak pernah boleh dikeringkan dengan mesin atau ditempatkan di dekat sumber panas. Gunakan setrika uap secara hati-hati dengan panas rendah dan tempatkan secarik kain di atasnya untuk melindunginya.

5. Bahan Sintetis
Sejumlah bahan sintetis dapat dicuci dengan suhu lebih tinggi, namun anda harus selalu memeriksa petunjuknya terlebih dahulu. Akrilik dan nilon dapat meleleh pada suhu sedang maupun tinggi dan serat sintetis lainnya dapat rusak dengan cepat.


Sumber: bajufashionable.com

Tips Perawatan Dasar Sebelum Mencuci Pakaian


Anda pasti tak rela melihat pakaian kesayangan Anda rusak hanya karena kelalaian mencuci. Meski sudah berkali-kali mencuci pakaian, kita masih saja bisa salah. Berikut adalah beberapa langkah dasar mengenai pencucian pakaian.

Langkah-langkah dasar untuk merawat pakaian sebelum mencuci
1. Selalu cek kembali. Setiap kali Anda usai mengenakan pakaian dan hendak mencuci, selalu cek sebelum dimasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. Anda tak pernah tahu apa dan kapan yang bisa menodai pakaian kesayangan Anda. Lupa menginspeksi dan merawat pakaian bisa meninggalkan noda cukup lama. Siapkan botol kecil berisi detergen bubuk atau cair untuk sesegera mungkin mencuci noda yang sempat singgah di salah satu sisi pakaian Anda. Sekalian pada saat inspeksi ini, selalu periksa kantong pakaian Anda, siapa tahu ada barang-barang berharga, tisu, atau bahkan benda tajam yang bisa merusak pakaian lainnya.

2. Jangan lupa untuk memerhatikan cara penggunaan deterjen pada kemasan. Menggunakan banyak deterjen tak akan menjamin pakaian Anda lebih bersih. Malah, terlalu banyak deterjen pada bak cucian atau mesin cuci bisa mengundang lebih banyak kotoran ketika pakaiain sudah kering, karena deterjen yang terlalu banyak bisa tersisa dan menempel pada pakaian, dan sifatnya lengket.

3. Pisahkan dengan benar agar tidak terjadi kesalahan.
Pisahkan cucian yang berwarna putih, warna gelap, dan berwarna lainnya. Jangan lupa untuk mencuci pakaian dalam keadaan bagian dalam berada di luar, gunanya untuk mempertahankan warna pakaian agar warnanya tidak cepat hilang. Pisahkan pula pakaian yang perlu perawatan khusus, seperti pakaian dalam agar tidak tersangkut dan rusak. Selalu pastikan mesin cuci berada dalam keadaan cukup penuh saat mencuci dan jangan berlebihan.

4. Bedakan derajatnya. Derajat panas air bisa memberikan dampak berbeda pada pakaian. Perhatikan selalu label pada pakaian. Saat label bertuliskan untuk mencuci pakaian dalam keadaan panas, berarti cukup gunakan air panas untuk merendam pakaian bersama deterjen, air bilasnya bisa gunakan air biasa.

Air panas baik digunakan untuk mencuci kotoran berat (noda, keringat), pakaian olahraga microfiber, pakaian putih, dan seprai. Tapi bisa mengurangi keterangan warna, membuat pakaian menyusut, dan bahkan bisa membuat noda-noda tertentu justru sulit hilang. Hindari pencucian dengan air panas jika Anda tak sedang berusaha menghilangkan noda atau sedang ingin mensterilkan pakaian.

Air hangat baik untuk bahan dari nylon, spandex, polyester, preshrunk white cotton, dan rayon. Air hangat membantu mengaktifkan zat yang ada dalam deterjen dan zat pembersih pakaian. Namun, warna pakaian katun yang diwarnai bisa rusak, dan rayon bisa berubah bentuk.

Air biasa baik untuk bahan acetate, acrylic, katun, denim, jersey, linen, sutera, wol, pakaian halus, rayon, juga pakaian yang warnanya pekat. Air biasa jarang bisa membuat pakaian mengerut atau merusak ukuran atau bentuk pakaian. Namun, air hangat baik untuk membunuh bakteri dan mengangkat kotoran. Jika Anda ingin mencuci pakaian yang bernoda dengan air biasa, konsentrasikan mencuci bagian yang bernoda tersebut terlebih dulu, baru rendam seperti biasa.

5. Keringkan dengan benar. Sebagian besar mesin cuci sudah diperlengkapi dengan mesin pengering. Untuk diketahui, semakin pendek waktu putarannya, semakin baik untuk kondisi pakaian. Suhu yang terlalu panas bisa menyusutkan pakaian dan mengabrasi bahan. Keringkan pakaian yang kira-kira beratnya setara, misal, handuk dengan handuk secara bersamaan agar panasnya bisa tersirkulasi dengan rata. Gunakan waktu putaran yang lama dan jangan memaksa berhenti mesin pengering.


source: kompas

Berbagai Jenis Kain (Cloth)


Berikut ini beberapa jenis kain yang sebaiknya Anda kenali dan cara praktis perawatannya:

      1. Lightweight wools. Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik
      dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya,
      kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya
      di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias
      tahan banting (awet).

      2. Cashmere. Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan
      heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung.
      Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap
      terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin
      halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun
      dilakukan dengan shampoo.

      3. Sheer. Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang
      transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.

      4. Jersey. Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke
      melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran
      lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak
      dilihat.

      5. Denim. Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu
      ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap
      warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang
      berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang
      dan belel.

      6. Linen. Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan
      menganggu penampilan Anda.

      7. Lycra. Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena
      kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat
      dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.

      8. Leather & Suede. Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga Anda,
      bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun
      terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari
      kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat
      dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan
      ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.
      Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan.
      Mengkilap malahan berkesan murahan.


Sumber: galerybusana.multiply.com

Tips Memilih Pakaian untuk Wanita Mungil

Wanita yang bertubuh pendek dan mungil sering mendapatkan kesulitan ketika berbelaja busana. Mencari kesana kemari untuk mendapatkan ukuran yang pas dengan tubuhnya. Karena ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi, wanita bertubuh pendek terkadang harus memotong atau memendekkan celana panjang yang baru saja dibeli.



Kesulitan lainnya juga ditemui misalnya ketika ingin memakai rok mini. Maksud hati ingin memakai rok mini, namun sayangnya malah terkesan seperti rok biasa yang ukurannya “gantung”. Bila tidak bisa menyiasatinya, pakaian yang digunakan justru membuat tubuh terlihat makin pendek. Nah, bila kamu salah seorang dari wanita mungil yang bertubuh pendek, ada baiknya kamu perhatikan beberapa tips berikut agar kamu tetap bisa berpenampilan baik dan keren:
  1. Untuk atasan, sebaiknya jangan gunakan baju yang panjangnya melebihi lutut. Sebaiknya pilih baju yang panjangnya pas sebatas pinggul kamu. Wanita bertubuh pendek justru akan terkesan lebih pendek bila menggunakan model baju yang panjangnya melebihi lutut. Hindari juga baju yang terlalu besar, karena hanya akan membuat kamu seperti “tenggelam” dalam baju tersebut.
  2. Kamu dapat memilih baju dengan kera berbentuk huruf V. Ini akan memberi kesan lebih tinggi pada tubuh kamu. Namun, ini bukan keharusan. Bentuk kera lainnya juga boleh digunakan asalkan tetap harus cocok dan pas.
  3. Wanita bertubuh pendek biasanya juga memiliki leher yang pendek, oleh karena itu jangan pilih baju yang keranya terlalu menutupi leher atau terlalu penuh pada bagian leher.
  4. Sebaiknya pilih baju dengan warna yang senada. Ini akan membuat kamu terkesan lebih tinggi. Hindari busana dengan beraneka macam warna (warna yang berbeda-beda) atau busana yang warna atasan dan bawahannya terlalu kontras.
  5. Sebaiknya pilih baju dengan motif pola garis vertical (dari atas ke bawah). Hindari busana dengan pola garis horizontal (mendatar). Vertikal akan memberi kesan lebih tinggi, dan sebaliknya horizontal akan menambah kesan pendek tubuh kamu.
  6. Pakaian dari bahan lembut seperti wool, linen, dan katun akan terlihat lebih menarik bagi wanita bertubuh mungil.
  7. Wanita bertubuh mungil nan pendek sebaiknya memilih celana berwarna gelap dan celana dengan saku samping/miring di sisi atau pinggul.
  8. Hindari celana yang banyak motif/pola. Pola dan motif tersebut akan membuat kamu terlihat lebih pendek dan gempal.
  9. Hindari juga celana yang terbuat dari kain tebal atau kaku.
  10. Ketika membeli celana, jean atau jenis celana panjang lainnya, pertimbangan pertama adalah mencari celana yang pas di bagian pinggang dan pinggul, baru kemudian mempertimbangkan soal panjangnya. Salah satu resikonya mungkin memang kamu harus memotong atau memendekkan celana tersebut nantinya. Tapi, hal itu tak jadi masalah bukan, daripada kamu memaksakan memakai celana yang kepanjangan atau tidak muat di pinggul dan pinggang, hanya karena ingin mendapat celana dengan panjang yang pas.
  11. Sebaiknya hindari menggunakan sabuk/ikat pinggang atau belt yang lebar. Bila memang ingin menggunakan belt yang lebar, pilihlah warna ikat pinggang yang sesuai dengan warna baju yang kamu gunakan. Misalnya bila kamu menggunakan baju yang berwarna hitam, sebaiknya juga memilih sabuk yang berwarna hitam. Kombinasi warna yang berbeda akan memberi kesan tubuh kamu seperti terpotong di tengah dan kesan pendek akan lebih jelas terlihat.
  12. Bagian terpenting yang bisa menolong penampilan kamu adalah alas kaki (sepatu, sandal). Jika tubuh kamu pendek, kamu bisa menggunakan sepatu yang tumitnya agak tinggi. Dengan ini tentu secara fisik tubuh kamu akan terlihat lebih tinggi. Sepatu atau sandal yang bertumit tinggi tersebut tetap harus memberikan kenyamanan bagi kamu si pemakainya.
    Sepatu yang bertumit tingggi tidak hanya akan memberikan kesan tinggi pada tubuhh mungilmu, namun juga akan memperbaiki postur tubuh kamu. Postur tubuhmu akan terlihat tinggi dan lebih tegap ketika kamu berjalan.
  13. Celana yang digunakan sebaiknya memang agak menutupi alas kaki atau sepatu yang kamu pakai, Namun usahakan agar jangan sampai menutupi seluruh bagian sepatu. Hindari celana yang panjangnya sampai menyentuh lantai atau celana yang panjangnya agak menggantung di bagian pergelangan kaki. Ini justru akan menambah kesan pendek pada tubuh kamu.
  14. Untuk busana rok, jangan gunakan rok yang terlalu panjang. Justru rok yang panjangnya hanya sebatas lutut akan memberikan kesan lebih tinggi dibandingkan rok panjang. Terlebih lagi bila kamu memilih rok yang lebar. Rok lebar tidak hanya akan membuat tubuhmu terkesan pendek, namun juga terkesan lebih gemuk.
    Hindari pula rok yang panjangnya tanggung (panjang 3/4, di bawah lutut) karena akan kurang enak dilihat apalagi bila kaki kamu termasuk kaki yang cukup besar.
  15. Untuk aksesoris tambahan lainnya seperti tas, hendaknya pilih tas yang tidak terlalu besar dan lebar. Tas yang agak mungil justru akan memberi kesan lebih baik pada penampilan kamu.
Sekarang, kamu bisa menyiasati kekurangan yang kamu miliki dan tampillah dengan lebih baik dan percaya diri.


Sumber: informasitips.com

Tips Menyimpan Baju

JAS, BLAZER, BLOUSE, DRESS, dan JAKET yang terbuat dar bahan sejenis KATUN, drill, WOOL, linen, polyester sebaiknya disimpan dalam keadaan tergantung. Gunakan hanger yang terbuat dari kayu atau yang memiliki bantalan busa untuk menjaga bentuk busana.


Baju pesta seperti ball gown, kebaya, stola, selendang, wajib digantung. Beri jarak antar-hanger, sehingga busana tidak mudah kusut.

Kain-kain seperti songket jangan dilipat, tetapi digulung bersama selapis kertas roti, atau bisa juga digantung dengan hanger.

Busana RAJUTAN seperti cardigan atau sweater, atau busana berbahan stretch cukup dilipat saja. Jika digantung, daya tarik bumi dapat membuat rajutan menjadi melar dan berubah bentuk.

Busana-busana santai seperti BLOUSE, kaos, atau celana pendek, sebaiknya dilipat saja untuk menghemat tempat. Sebaiknya jumlah lapisan susunan pakaian yang terlipat tidak lebih dari 10 susun, untuk memudahkan kita mengambil pakaian di antara tumpukan.

Pakaian dalam paling baik diletakkan di dalam laci. Kita dapat memasukkan dua deret pakaian dalam di dalam laci berukuran panjang 55cm. Meletakkan pakaian dalam pada laci memudahkan kita mengambil yang berada di deretan belakang karena laci dapat ditarik keluar seluruhnya.

Kaus kaki dan stocking sebaiknya disimpan dalam keadaan terlipat bukan digulung seperti bola supaya tidak berubah bentuk.

Dasi jangan disimpan dalam keadaan digulung, karena pada saat dikenakan bekas gulungan masih akan membekas. Kita dapat memakai gantungan dasi yang dipasang di dinding lemari dan dapat ditarik keluar.


Sumber: palembang.tribunnews.com