Jelang tutup tahun 2010, para perancang dunia berlomba-lomba mengeluarkan berbagai tren berpakaian yang diperkirakan akan naik daun tahun depan.
Sejumlah gaya pakaian seperti jins, rok pendek dan warna-warna terang akan kembali disukai. Berikut beberapa tren berpakaian 2011 seperti dikutip dari Female First. Pastikan Anda tampil gaya tahun depan.
1. Rok dan celana pendek
Perancang Elie Saab menunjukkan padu padan rok maupun celana pendek dengan kemeja yang sesuai bisa sangat cantik. Kenakan alas kaki wedges bila ingin menarik perhatian di keramaian.
2. Gaun berbahan ringan dengan model feminin
Model gaun untuk acara minum teh yang penuh bunga seperti hasil rancangan Erdem Moralioglu terlihat simpel dan ringan. Kenakan gaun ini bersama dandanan rambut disanggul tinggi dan lipstik merah.
3. Denim putih
Alexander Wang menunjukkan denim selalu trendi di setiap musim, meski dalam balutan pakaian olahraga. Koleksi musim seminya terdiri dari denim putih, dengan pasangan yang longgar dan layer ringan.
4. Warna-warna neon
Warna terang seperti jeruk mengganti warna-warna pastel yang tren tahun ini. Christopher Bailey dari Burberry, mengeluarkan aksesoris warna terang dalam koleksi ikat pinggang kecil yang mudah diaplikasikan.
Sedangkan Paulus and Joe menciptakan gaun warna menyala seperti jeruk dan kuning dengan potongan Jersey.
5.Warna serasi
Tahun depan, warna serasi dari atas ke bawah masih terus digunakan. Namun Anda juga bisa menyamakan warna sepatu dan tas yang digunakan.
6. Aksen belt
Ini menciptakan ilusi pinggang yang ramping. Ikat pinggang dapat diaplikasikan dengan blus, ropi, dengan rok atau celana.
Emma Hill dari Mulberry menyatakan ikat pinggang dengan denim kulot dan baju warna oranye sangat tepat digunakan bersantai di sore hari atau bekerja.
Sumber: vivanews
Menyediakan tips-tips seputar fashion wanita bagi anda yang selalu ingin berpenampilan menarik.
Tampilkan postingan dengan label denim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label denim. Tampilkan semua postingan
Tips Perawatan Dasar Sebelum Mencuci Pakaian
Anda pasti tak rela melihat pakaian kesayangan Anda rusak hanya karena kelalaian mencuci. Meski sudah berkali-kali mencuci pakaian, kita masih saja bisa salah. Berikut adalah beberapa langkah dasar mengenai pencucian pakaian.
Langkah-langkah dasar untuk merawat pakaian sebelum mencuci
1. Selalu cek kembali. Setiap kali Anda usai mengenakan pakaian dan hendak mencuci, selalu cek sebelum dimasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. Anda tak pernah tahu apa dan kapan yang bisa menodai pakaian kesayangan Anda. Lupa menginspeksi dan merawat pakaian bisa meninggalkan noda cukup lama. Siapkan botol kecil berisi detergen bubuk atau cair untuk sesegera mungkin mencuci noda yang sempat singgah di salah satu sisi pakaian Anda. Sekalian pada saat inspeksi ini, selalu periksa kantong pakaian Anda, siapa tahu ada barang-barang berharga, tisu, atau bahkan benda tajam yang bisa merusak pakaian lainnya.
2. Jangan lupa untuk memerhatikan cara penggunaan deterjen pada kemasan. Menggunakan banyak deterjen tak akan menjamin pakaian Anda lebih bersih. Malah, terlalu banyak deterjen pada bak cucian atau mesin cuci bisa mengundang lebih banyak kotoran ketika pakaiain sudah kering, karena deterjen yang terlalu banyak bisa tersisa dan menempel pada pakaian, dan sifatnya lengket.
3. Pisahkan dengan benar agar tidak terjadi kesalahan. Pisahkan cucian yang berwarna putih, warna gelap, dan berwarna lainnya. Jangan lupa untuk mencuci pakaian dalam keadaan bagian dalam berada di luar, gunanya untuk mempertahankan warna pakaian agar warnanya tidak cepat hilang. Pisahkan pula pakaian yang perlu perawatan khusus, seperti pakaian dalam agar tidak tersangkut dan rusak. Selalu pastikan mesin cuci berada dalam keadaan cukup penuh saat mencuci dan jangan berlebihan.
4. Bedakan derajatnya. Derajat panas air bisa memberikan dampak berbeda pada pakaian. Perhatikan selalu label pada pakaian. Saat label bertuliskan untuk mencuci pakaian dalam keadaan panas, berarti cukup gunakan air panas untuk merendam pakaian bersama deterjen, air bilasnya bisa gunakan air biasa.
Air panas baik digunakan untuk mencuci kotoran berat (noda, keringat), pakaian olahraga microfiber, pakaian putih, dan seprai. Tapi bisa mengurangi keterangan warna, membuat pakaian menyusut, dan bahkan bisa membuat noda-noda tertentu justru sulit hilang. Hindari pencucian dengan air panas jika Anda tak sedang berusaha menghilangkan noda atau sedang ingin mensterilkan pakaian.
Air hangat baik untuk bahan dari nylon, spandex, polyester, preshrunk white cotton, dan rayon. Air hangat membantu mengaktifkan zat yang ada dalam deterjen dan zat pembersih pakaian. Namun, warna pakaian katun yang diwarnai bisa rusak, dan rayon bisa berubah bentuk.
Air biasa baik untuk bahan acetate, acrylic, katun, denim, jersey, linen, sutera, wol, pakaian halus, rayon, juga pakaian yang warnanya pekat. Air biasa jarang bisa membuat pakaian mengerut atau merusak ukuran atau bentuk pakaian. Namun, air hangat baik untuk membunuh bakteri dan mengangkat kotoran. Jika Anda ingin mencuci pakaian yang bernoda dengan air biasa, konsentrasikan mencuci bagian yang bernoda tersebut terlebih dulu, baru rendam seperti biasa.
5. Keringkan dengan benar. Sebagian besar mesin cuci sudah diperlengkapi dengan mesin pengering. Untuk diketahui, semakin pendek waktu putarannya, semakin baik untuk kondisi pakaian. Suhu yang terlalu panas bisa menyusutkan pakaian dan mengabrasi bahan. Keringkan pakaian yang kira-kira beratnya setara, misal, handuk dengan handuk secara bersamaan agar panasnya bisa tersirkulasi dengan rata. Gunakan waktu putaran yang lama dan jangan memaksa berhenti mesin pengering.
source: kompas
Mitos dan Fakta Seputar Fashion
Setiap perempuan pasti ingin menunjukan penampilan terbaiknya. Mulai dari mengikuti tren dengan membeli busana baru hingga bereksperimen dengan memadukan busana-busana lama yang sudah ada. Namun sebagian perempuan ada pula yang 'kurang berani' tampil. Ada beberapa alasan yang membuat mereka membatasi diri dalam berbusana, diantaranya adalah karena pendapat atau anjuran dari orang-orang di sekelilingnya.
Tidak semua saran atau pendapat seputar fashion harus Anda percaya dan ikuti, apalagi jika belum terbukti kebenarannya. Gunakan penilaian terbaik Anda dalam berpenampilan, karena terkadang apa yang terdengar baik, ternyata hanyalah mitos belaka. Seperti beberapa mitos berikut ini :
1. MITOS: Busana berpayet atau mengilap hanya cocok untuk acara malam hari.
FAKTA: Jenis bahan yang mengilap ataupun yang berpayet sangat eye-catching untuk dikenakan sehari-hari jika dipadukan dengan busana berbahan dasar polos. Aktris Rachel Bilson tampak chic ketika memadukan rok mini yang berpayet dengan kemeja oxford rancangan designer Jenni Kayne. "Saya pikir busana dengan detail manik merupakan busana favorit saya karena mereka terlihat glamor, tapi busana ini juga cocok dikenakan sebagai bekerja sehari-hari," ucap Jenni Kayne.
2. MITOS: Gaun panjang bukan untuk perempuan berpostur pendek.
FAKTA: Anda yang memiliki bentuk tubuh Petites tidak perlu takut mengikuti tren dengan mengenakan maxidress. Cukup pilih gaun berbahan ringan, seperti sutra tipis, untuk menghindari kesan besar dan bertumpuk. Lalu padukan dengan wedges bertumit tinggi. Kini Anda pun siap beraksi.
3. MITOS: Hindari tabrak warna.
FAKTA: Sebuah kombinasi warna yang tak terduga justru malah dapat membuat statement besar. Aktris Reese Witherspoon tertangkap kamera saat mengenakan gaun pink menyala dipadu dengan rok dan sandal bewarna merah terang. Dua paduan warna yang ‘bertabrakan’ ini justru semakin membuatnya menjadi sorotan.
4. MITOS: Jangan pernah memadukan denim dengan denim.
FAKTA: Anda bisa mengenakan jaket jeans dengan celana jeans selama Anda bisa memvariasikan dua bagian ini dengan tepat. Rihanna memberikan tampilan yang sophisticated dengan mengenakan double denim. Celana skinny jeans putih dengan jaket jeans bewarna usang dan beraksen belt menjadi paduan yang sempurna di tubuhnya.
5. MITOS: Jangan mengenakan sepatu bewarna cerah dengan stoking gelap.
FAKTA: Black tight memberikan kesan ekstra chic ketika dipakai dengan sepasang pumps yang eye-catching. Sarah Jessica Parker tampil chic dengan minidress yang dipadu opaque tights dan higheels pink pucat. Yang paling penting, utamakan kenyamanan dalam memilih sepatu. Dengan kombinasi warna gelap pada stoking dan terang pada sepatu otomatis semua mata akan tertuju ke arah bawah, karena itu jangan biarkan kaki Anda lecet akibat ketidaknyamanan alas kaki yang Anda pilih dan menyulitkan Anda berjalan.
6. MITOS: Busana dari bahan leather hanya untuk biker.
FAKTA: Busana berbahan dasar kulit mungkin terkesan “wild” bagi pandangan sebagian orang. Anda tidak perlu menjadi seorang penggemar musik rock ataupun pembalab hanya untuk tampil dengan busana kulit. Anda bisa tampil ‘sopan’ dalam balutan busana ini. Cukup pilih rok atau gaun berbahan dasar kulit dengan panjang sebatas lutut, lalu tambahkan jaket atau kemeja. Aktris Sienna Miller terlihat sangat sopan dalam balutan dress hitam berbahan dasar kulit dengan tambahan bolero vintage.
7. MITOS: Belt dan baby bumps bukan padanan yang sempurna.
FAKTA: Sebuah belt yang melingkar di pinggang bisa mengubah gaun yang tampak longgar dan terkesan besar menjadi gaun ‘kebesaran’ yang membentuk siluet tubuh. Saat masa kehamilannya, Jessica Alba menambahkan aksen belt pada baby bumps yang dikenakanya, untuk lebih menonjolkan figur femininnya. Hasilnya : Sempurna!
Sumber: metrogaya.com
Berbagai Jenis Kain (Cloth)
Berikut ini beberapa jenis kain yang sebaiknya Anda kenali dan cara praktis perawatannya:
1. Lightweight wools. Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik
dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya,
kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya
di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias
tahan banting (awet).
2. Cashmere. Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan
heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung.
Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap
terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin
halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun
dilakukan dengan shampoo.
heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung.
Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap
terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin
halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun
dilakukan dengan shampoo.
3. Sheer. Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang
transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.
transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.
4. Jersey. Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke
melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran
lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak
dilihat.
melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran
lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak
dilihat.
5. Denim. Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu
ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap
warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang
berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang
dan belel.
ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap
warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang
berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang
dan belel.
6. Linen. Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan
menganggu penampilan Anda.
menganggu penampilan Anda.
7. Lycra. Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena
kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat
dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.
kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat
dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.
8. Leather & Suede. Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga Anda,
bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun
terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari
kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat
dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan
ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.
Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan.
Mengkilap malahan berkesan murahan.
bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun
terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari
kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat
dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan
ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.
Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan.
Mengkilap malahan berkesan murahan.
Sumber: galerybusana.multiply.com
Langganan:
Postingan (Atom)




