Mengapa Pusar Tidak Boleh Dibersihkan?


Kemarin telah kami bahas seputar daki di badan. Kali ini, kami ingin membahas satu lagi bagian dari tubuh kita yang tak lepas dari daki, tetapi tidak boleh dibersihkan hingga terlalu bersih. Pernahkah Anda mengalami, setelah Anda membersihkan pusar Anda terlalu bersih, kulit di pusar akan terasa sakit dan bahkan hingga terasa sampai ke perut, campuran antara melilit dan seperti kram kecil? Mengapa bisa demikian? Kita akan membahasnya secara detail melalui artikel berikut ini. Silakan scroll down jika Anda ingin melanjutkan.


Pusar adalah suatu tanda lubang tertutup di atas perut, yang sengaja dibuat ketika tali pusar dilepas dan dipotong dari perut bayi yang baru lahir agar terlepas dari plasenta ibunya. Semua makhluk mamalia yang berplasenta pasti akan mempunyai pusar. Pada hewan umumnya pusar hanya terlihat seperti garis tipis yang samar.
Kotoran pada kulit (daki), meskipun setiap hari kita sudah mandi, kotoran ini tetap ada. Ini disebabkan karena sebenarnya daki itu bukan cuma kotoran. Setiap hari ada sel mati yang mengandung keratin gugur dari permukaan kulit dan minyak yang keluar, semua bercampur bersama kotoran, itulah yang menjadi daki. Sel kulit mati dan minyak yang terkumpul pada lubang pusar menjadi kotoran di sana. Tetapi kotoran pusar itu tidak boleh dibersihkan. 

Kenapa lubang pusar tidak boleh dibersihkan? 
Kulit yang terdapat pada pusar lebih tipis daripada kulit pada bagian tubuh yang lainnya. Jadi, jika kulit dianalogikan sebagai dinding kastil, pusar dianggap sebagai pintu gerbangnya. Dulu waktu Anda masih dalam kandungan ibu, pusar menjadi penghubung antara ibu dan anak, dan sekarang pintu itu sudah tertutup. 

Pintu merupakan titik lemah dari suatu kastil. dan pintu ini harus senantiasa kita jaga, karena jika pintu ini Anda rusak sendiri dengan mengorek-korek atau membersihkannya yang akan menyebabkan pintu retak, anda yang akan rugi sendiri. Bagaimana tidak, Anda telah membukakan jalan pada jutaan musuh yang telah menunggu di sekeliling kastil Anda. 
Walaupun di balik kulit masih ada pertahanan lainnya (Antibodi, makrofag, dll), apa salahnya jika Anda menjaganya, karena tidak ada yang bisa menjamin prajurit Anda di balik dinding kastil akan menang atas serangan musuh.

Bergaya hidup bersih itu memang baik. Tetapi, ternyata ada bagian tubuh yang tak boleh dibersihkan, bukan? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar